paket wisata belitung

Mohon Maaf, Penerapan Internet 5G di Indonesia Masih Lama

Mohon Maaf, Penerapan Internet 5G di Indonesia Masih Lama

WRITEUPCYBER.com - Pemanfaatan jaringan 5G di Indonesia masih perlu waktu panjang. Kasubdit Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Kementerian Kominfo Adis Alifiawan buka-bukaan mengenai perkembangan 5G di tanah air.

Dia menjelaskan bahwa di negara-negara yang lebih maju saja, pemanfaatan 5G masih pada tataran enhanced mobile broadband (eMBB). Jauh dari cita-cita besar 5G untuk ke era 'everything is the connective'.

 

"Jangankan Indonesia, kita bicara yang luar dulu nih. Yang paling boleh dibilang first mover kayak US, kemudian Korea China gitu. Mereka itu sampai saat ini itu baru masuk ke eMBB. Jadi 5G yang saat ini ada boleh dibilang baru jalan merangkak. Jadi kalau manusia di baru merangkak belum sampai berdiri tegak apalagi bisa berlari, belum," ujarnya dalam sebuah bincang santai yang disiarkan melalui akun YouTube Kementerian Kominfo, Jumat (28/8/20).

 5g indonesia

 

Dia menyebut, standarisasi penggunaan 5G dunia baru muncul sekitar akhir 2018. Dalam tahap ini, produsen-produsen bidang teknologi biasanya memang masih melakukan implementasi awal.

"Karena mereka juga sekalian menjadi etalase jualan, karena kan mereka mau jual produk, mau jual paten dan sebagainya. Mereka punya interested di situ," tandasnya.

 

Karena itu, untuk mencapai ultimate goal pemanfaatan 5G itu sendiri, masih jauh panggang daripada api. Bahkan dia menyebut sampai 2025 saja 4G masih mampu merajai jaringan internet di Indonesia.

 

"Karena dari sisi user experience, user need itu belum terbentuk demand untuk masuk ke yang seperti itu. Contoh misalnya kita bicara driverless car, banyak orang yang masih sangsi. Gimana kalau misalnya ada driverless car masuk di jalan raya itu bisa enggak ke kontrol. Apalagi jalanan Indonesia," urainya.

 

Di sisi lain, dia tak menampik bahwa sejumlah negara memang gencar mempercepat penggunaan 5G. Contohnya Jepang, yang disebutnya sebagai negara yang memang butuh.

 

"Generasi sepuhnya itu, senior itu lebih banyak dibanding generasi muda sehingga mereka memang dari sekarang saja udah butuh asisten berupa robot dan mau nggak mau memang 5G harus dikebut di tempat mereka. Karena need-nya itu benar-benar muncul," paparnya.

 

"Kalau di kita sepertinya masih di level 4G karena kita masih bicara perang harga dan segala macam. Tapi itu bukan berarti kita nggak nyiapin diri ya, karena 5G itu ia a must, 5G itu sebuah keniscayaan, mau nggak mau kita pasti harus masuk ke era itu," lanjutnya.

 

Penulis : Raka Restu

Facebook | Twitter | WhatsApp | Cetak